Belajar Pada ‘Kepintaran’ Merpati.

Izinkanlah aku / Menyingahi hatimu / Oh… Untuk berlabuh – Bunga (Album Terbang Tinggi), Naff (1).


Yogya habis hujan sore tadi, suasana yang nyaman untuk ngobrol yang lebih intim. Secara tak sengaja, ogut kesasar ke satu situs, id(dot)quora(dot)com. Dalam situs tersebut tertulis judul:

Benarkah pernyataan bahwa semakin pintar seorang wanita, maka semakin sulit ia mencari pasangan? Bagaimana menurutmu? (2)

Ogut merasa tak hanya wanita, bahkan pria, termasuk ogut, bila masuk kategori ‘pintar’—dan ogut sebenarnya bingung, yang dimaksud pintar itu seperti apa, sebab menurut ogut ada kepintaran yang dibentuk oleh bakat alam; dan ada kepintaran yang dibentuk oleh waktu, seperti ogut yang belajar otodidak bahasa Inggris selama empat tahun, belajar bahasa Prancis selama (hampir) tiga tahun dan belajar bahasa Jerman selama enam bulan, yang sebenarnya adalah pelarian dari kegagalan cinta sekitar enam/tujuh tahun lalu—akan sulit mencari pasangan.

Dalam konteks Islam, ogut selalu meyakini  An-Nisa ayat 1, bahwa Tuhan yang baik memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak dalam artian berpasangan seperti filosofi burung merpati, makhluk manis dari Tuhan yang setia dan tak pernah memiliki dendam di hati (2), seperti yang pernah disinggung oleh Prof. Quraish Shihab dalam karyanya, Dia Dimana-Mana, bahwa ada hal-hal yang mana hewan memiliki kelebihan yang menutupi kekurangan manusia; seperti Burung dijadikan manusia sebagai pesawat; atau kuda dijadikan manusia sebagai kendaraan bermotor.

Ogut adalah pengagum Ibnu Khaldun yang mana hadir dengan tesis, jangan berikan kesimpulan, melainkan berikanlah faktanya. Silakan baca sendiri dengan kesimpulan masing-masing namun ogut tertarik dengan satu pernyataan dalam situs tersebut:

“…anda hanya perlu menemukan satu orang sebagai pasangan hidup anda.”

Bila siapa pun telah menemukannya, perjuangkan relasi merpati itu hingga ajal menjemput. Semoga yang sedang bertengkar dengan pasangannya segera berdamai. Semoga yang belum dipertemukan segera bertemu. Semoga yang sedang mesra-mesraan tambah semakin mesra.

Salam sayang dan rindu dari Yogyakarta, kota syahdu, kota yang-yangan.

(1) https://www.youtube.com/watch?v=J4H3xx5Jpck

(2) https://id.quora.com/Benarkah-pernyataan-bahwa-semakin-pintar-seorang-wanita-maka-semakin-sulit-ia-mencari-pasangan-Bagaimana-menurutmu

(3) https://www.hipwee.com/narasi/belajar-dari-burung-merpati/

Iklan

Bicara dan Dengar: Interpreter dan Radio.

[German] Wie sind die Entwicklungen des Radios für Kinder, die in den 2000er Jahren geboren wurden? Ich, der 1989 geboren wurde, hatte die Chance, den Klang von Rundfunkveranstaltern zu spüren, die den Hörern in FM-Wellen wie ein Monolog zuhören.

Wie sind die Entwicklungen des Radios für Kinder, die in den 2000er Jahren geboren wurden? Ich, der 1989 geboren wurde, hatte die Chance, zufällige Songs von einem MD, einem Musikdirektor, zu spüren, und muss eine breite Auswahl an Referenzen und Songauswahl haben, wie ein Schriftsteller bei der Auswahl der Diktion.

Das Radio hat mir im Zusammenhang mit Dolmetschern sehr geholfen, vor allem wenn es um viele Themen im Sprachunterricht ging, wie beispielsweise Gespräche im Film Before Sunrise. Nichtformale Sprache von Jugendlichen im Radio von UGM, Swaragama, um mit Jugendlichen zu kommunizieren, die weit unter meinem Alter sind. Formale Sprachen im RRI-Radio zur Kommunikation mit Kollegen, die weit über meinem Alter liegen.

Und durch Streaming, den Prozess von Audioinhalten über das Internet, empfehle ich eine Reihe von Radios, die ich oft höre:

1. Swaragama, 101,7 FM, Radio von UGM.

2. Swara Koncotani Radio, Radio zum Lernen des Javanesisch (Mitte).

3. Radio Ardia, 104.1 FM, Radio speziell für Jazzmusik.

4) Radio Republik Indonesia, 91. 1 FM, Radio für indonesische Politik und Kultur.

*

[Indonesia] Apa kabar radio bagi anak-anak yang dilahirkan pada tahun 2000-an? Aku yang lahir pada tahun 1989, sempat merasakan bagaimana nikmatnya alunan suara penyiar yang bergerak ke telinga pendengar dalam gelombang FM, seperti suatu monolog.

Apa kabar radio bagi anak-anak yang dilahirkan pada tahun 2000-an? Aku yang lahir pada tahun 1989, sempat merasakan bagaimana nikmatnya lagu-lagu yang random atau acak dari seorang MD, music Director, yang diharuskan memiliki keluasan refrensi serta pemilihan lagu, seperti seorang penulis dalam pemilihan diksi.

Radio banyak membantuku dalam konteks Interpreter, khususnya speaking dalam bicara banyak tema dalam kelas bahasa, seperti percakapan dalam film Before Sunrise. Bahasa-bahasa non-formal di radio anak-anak UGM, Swaragama, untuk berkomunikasi dengan anak-anak yang berada jauh di bawah umurku. Bahasa-bahasa formal di radio RRI, untuk berkomunikasi dengan kolega-kolega yang berada jauh di atas umurku.

Dan melalui streaming, proses suatu konten dari audio melalui internet, kurekomedasikan beberapa radio yang sering kundengar:

1. Swaragama, 101.7 FM, radio anak UGM.

2. Radio Swara Koncotani, radio untuk belajar bahasa Jawa (tengah).

3. Radio Ardia, 104.1 FM, radio khusus musik Jazz.

4) Radio Republik Indonesia, 91. 1 FM, radio untuk politik dan kebudayaan Indonesia.

Surat untuk gadis kecilku dan para (keturunan) petani: Suatu pertentangan ilmu pengetahuan?

À cette époque, l’économie était submergée par des mathématiques très abstraites, explique Christian Gollier, directeur adjoint de TSE. Jean s’est inscrit à contre-courant, dans des problématiques très concrètes.

[Di masa lalu, ekonomi tenggelam oleh matematika yang sangat abstrak, jelas Christian Gollier, direktur TSE. Jean—Peraih nobel ekonomi 2014—melawan arus, dalam problem-problem yang sangat konkrit] – Matthieu Ravaud, tentang gagasan Jean Tirole, Aset, Ekonomi, Perusahaan, Pajak, Sistem Prancis. (1)

Hari ini, calon bapakmu masih menikmati kota tumbuh kembangnya dan melanjutkan untuk mengunjungi satu tempat yang telah lama tak dikunjungi, Villa Bukit Tidar, daerah Genting. Daerah ini, Nak, semasa es-em-pe, masih seperti hutan, hanya suara jengkerik yang terdengar; namun, kini, suara jengkerik menghilang berganti suara deru kendaraan penduduk setempat. Calon bapakmu hanya bisa mendesahkan nafas dalam-dalam, ketika berangkat dari rumah dan telah mencapai satu perumahan lama, tempat di mana masa kecil calon bapakmu dihabiskan di tempat tersebut bersama kawan-kawan masa kecil calon bapakmu, Perumahan Joyo Grand.

Tujuan calon bapakmu ada dua: 1) Dari Perum Joyo Grand ke Villa Bukit Tidar, terdapat jalan tanjakan yang cocok untuk berolahraga, khususnya untuk mendaki gunung, dan jika kamu ingin naik Gunung Elbrus, maka kamu harus menyiapkan kondisi tubuh, dalam istilah olahraga, khususnya mendaki gunung, seperti: Itenerary, perbedaan antara Hiking- Mountainering-Treking, Bonus. Nah yang calon bapakmu lakukan adalah olahraga Treking. Semoga, nanti, calon bapakmu dan calon ibumu—yang entah di mana—bisa mendaki Elbrus bersama-sama dan menceritakan pengalaman padamu; 2) Melihat sawah dari calon kakekmu bersama sayur-mayurnya. Sekalipun calon bapakmu telah ter-brainwash oleh pendidikan Barat, khususnya Eropa, namun calon bapakmu tak akan lupa pada akarnya sebagai seorang keturunan petani. Tokoh muda Nahdlatul Ulama yang calon bapakmu kagumi, pernah menulis seperti ini dalam blognya, yang sampai detik ini masih calon bapakmu simpan baik-baik: Sejauh-jauhnya aku belajar ke luar negeri, aku toh tetap santri. (2) Pun demikian dengan calon bapakmu, Sejauh-jauhnya aku belajar ke luar negeri, aku toh tetap petani.

Selangkah demi selangkah, calon bapakmu menapaki jalan aspal dari Perum Joyo Grand ke Villa Bukit Tidar. Mata calon bapakmu menangkap banyaknya perubahan yang terjadi: Perumahan, Cafe, Masjid, et cetera. Calon bapakmu, bukan Sherlock Holmes yang ingin menyelematkan dunia dari cara kotor ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Prof. Moriarty; calon bapakmu hanya seorang keturunan petani yang diberikan kenikmatan oleh Tuhan berupa merasakan pendidikan Barat, Eropa.

Pertanian kini bukan pertanian saat Hatta menuliskan bahwa sistem Sosialisme paling ideal untuk Indonesia adalah sistem yang ada di desa: kerja sama, tolong menolong. Kini, di era calon bapakmu yang sangat modern, kata ‘kerja sama, tolong menolong’ dapat disamakan dengan kolaborasi. Dari kolaborasi itulah, calon bapakmu menggunakannya sebagai tool dalam ilmu pengetahuan. Pertanian, tak bisa hidup tanpa ilmu-ilmu yang lain. Saat memotret yang entah ke berapa kalinya, saat berhenti memandang Gunung Arjuno dari kejauhan, calon bapakmu sempat berpikir: Jika pembangunan secara masif tak diatur, tak ada lahan untuk menanam secara alami dari tanah, maka pertanian akan masuk dalam laboratorium: rekayasa cabai, rekayasa petai, rekayasa padi, rekayasa lain-lain…

Tak hanya itu,

Didikan calon kakekmu yang keras, bukan kasar, dalam artian apa yang calon bapakmu inginkan, maka calon bapakmu harus memulai, berusaha-berjuang, pelajari kegagalan, temukan solusi. Dari hal-hal seperti, memulai, berusaha-berjuang, pelajari kegagalan, temukan solusi, plus cara pandang visioner, calon bapakmu tak tertarik untuk menjadikan sawah kakekmu sebagai bangunan, meskipun background pendidikan dari calon bapakmu adalah Teknik Sipil dan Bangunan. Calon bapakmu menduga bahwa di masa depan, perang ketahanan pangan akan sangat riuh, seriuh lalu lalang kendaraan yang melintas. Calon bapakmu lebih senang melihat sawah dari kakekmu menumbuhkan sayur-mayur, dan tentu saja tanpa rekayasa ilmu pengetahuan.

Semoga tahun ini, 2019, adalah tahun di mana calon bapakmu dipertemukan dengan calon ibumu yang manis itu, Nak. Dan satu hal, jangan malu punya calon bapak seorang (keturunan) petani yang mengenyam pendidikan Barat, Eropa.

Salam sayang dan rindu. Amin.

(1) https://lejournal.cnrs.fr/articles/jean-tirole-prix-nobel-deconomie

(2) https://fayyadl.wordpress.com/2012/12/19/des-feuilles-de-paris/

Bacaan lain tentang Jean Tirole di surat kabar Le Monde:

() https://www.lemonde.fr/economie/article/2014/10/13/le-prix-nobel-d-economie-distingue-le-francais-jean-tirole_4505250_3234.html

Untuk Setiap Pelarangan Buku Kiri: Andai M. Natsir, Sahabat Aidit, Masih Hidup.

Gerakan buruh Eropa, kaum revolusioner Bolshevik, gerakan-gerakan pembebasan Dunia Ketiga – semuanya bertumpu kepada Kapital karya Marx, yang bukan saja mengkaji cara kerja kapitalisme, melainkan juga seakan-akan meramalkan kehancurannya. – Mathias Greffrath, jurnalis surat kabar Süddeutsche Zeitung. (1)

Di Kediri, toko buku (kecil) yang menjual buku berbau Marxisme-Leninisme disidak Tentara (2), yang mana tokoh Islam yang penulis kagumi, M. Natsir, dan sahabat DN. Aidit, di luar konteks ideologi, dalam M. Natsir di Panggung Sejarah Republik—dan dilupakan oleh para pemuda Islam Indonesia—pernah berkata: [TNI] menimbulkan anggaran yang besar bagi Negara.

Pertanyaannya sekarang, apakah Tentara berani menyidak buku Kiri yang berada di Institusi (Sekolah Bahasa) milik Kedutaan Besar Jerman (atau Prancis) yang mana penulis sangat nyaman untuk membaca buku-buku Kiri yang tersedia? Jika berani, maka akan masuk ke dalam konflik wilayah yang berat, hubungan diplomatik. Dan seperti kata Hatta, wakil presiden, pengaruh terbesar penulis, yang membaca Kapitalisme-Sosialisme-Komunisme:

Indonesia hanya menang di wilayah kebudayaan, sangat, sangat kaya; akan tetapi tentang ekonomi, Negara yang dicintai Bung Hatta ini, masih masuk ke dalam kategori menengah-bawah.

Oleh sebab itu, tak perlu takut pada buku Kiri khususnya Marxisme-Leninisme (Komunisme) karena telah gagal menjalankan sistem. Tambahan lagi, konsep pembangunan ekonomi 5 tahunan itu juga berasal dari Marxisme-Leninisme yang dijalankan oleh Indonesia sekarang ini (3). Marx dengan embel-embel ‘isme’, hanya secuil dari pemikiran para Ilmuwan Islam, dari Ibnu Khaldun hingga Ibnu Sina, seorang dokter, yang menggratiskan ilmunya untuk siapapun, baik kelas bawah hingga kelas atas.

Salam dari calon menantu idaman para mertua yang (kadang-kadang) salih dan pengagum Sosialisme—lawan ideologi dari Komunisme—Indonesia, Prancis dan Jerman.

(1) MEMBACA ULANG “DAS KAPITAL” – Goethe Institut https://www.goethe.de/ins/id/id/kul/mag/21144973.html

(2) https://www.merdeka.com/peristiwa/tni-ad-sita-ratusan-buku-bertema-komunis-di-pare-tulisan-soe-hok-gie-ikut-diamankan.html ; https://swararakyat.com/beredar-buku-buku-propaganda-pki-dijual-bebas-di-kediri/ ; https://nasional.tempo.co/read/1159258/list-buku-berkata-pki-yang-disita-tni-ada-buatan-nu-soekarno ; https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39208090

(3) https://id.wikipedia.org/wiki/Rencana_lima_tahun_bagi_perekonomian_nasional_Uni_Soviet

Bacaan 2019 (Buka Buku):

sebagai suatu tanda petunjuk untuk sebuah harapan / sebagai suatu pemahaman dalam jalani kehidupan / melangkah lagi dengan sempurna – Perubahan, Saint Loco.

1) PURPOSE : Living in the Process (digital startup, pendidikan) – Alamanda Shantika, ex-wapres GoJek dan founder Binar Academy.

2) Critical Eleven (Roman, travelling, perantauan, pernikahan, komunikasi) – Ika Natassa.

3) Cita Rasa Indonesia Ekspresi Kuliner (Kuliner, fotografi) – William Wongso, alumnus Institut Francais, Le Cordon Bleu Paris.

4) Borobudur (Sejarah, arsitektur, Hindu-Buddha) – Daoed Joesoef

5) [Rereading] Seni Tauhid: Esensi dan Ekspresi Estetika Islam (seni, Islam, kaligrafi, arsitektur) – Ismail Raji Al-Faruqi. Kajian dari Mahrus eL-Mawa.

6) Buku Panduan Wisata di Spanyol Jilid 1! (Travelling, perantauan, pendidikan) – Perhimpunan Pelajar Indonesia Spanyol.

7) Ekonomi Kelembagaan (Ekonomi makro)- Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika, pengajar Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya.

8) Authentic Personal Branding  – Hubert K. Rampersad

9) Psikologi Revolusi (sosial, kerumunan, psikologi, tokoh Prancis) – Gustave Le Bon, Bapak Psikologi Massa.

10) Ilmu pengetahuan, teknologi & pembangunan bangsa: menuju dimensi baru pembangunan Indonesia (sains, teknik, pendidikan) – Prof. BJ. Habibie.

11) Pesona: Cahaya, Kecepatan, Waktu dan Ruang Angkasa (sains, teknologi, transportasi) – Prof. BJ. Habibie.

12) [Lanjutan] Du mariage considéré comme un des beaux-arts / Pernikahan Sebagai Seni Rupa—Bagi para pengagum kesetiaan dalam ikatan perkawinan, Koleksi Institut Francais) – Duet pasangan teromantis Prancis, Julia Kristeva & Philippe Sollers.

13) [Lanjutan] Les prolégomènes / Mukadimmah – Ibn Khaldoun.

14) Das kleine Ich bin ich (Bahasa jerman, cerita anak) – Mira Lobe (penulis), Susi Weigel (ilustrator).

15) Momo (Bahasa Jerman, cerita anak, Koleksi Goethe Institut) – Michael Ende. A) Review Aan Mansyur. B) Cerita dalam bahasa Arab.

16) The Manager: Inside the Minds of Football’s Leaders (Bahasa Inggris, olahraga, kepemimpinan, top-level football management) – Mike Carson.

17) Mystere sur le Vieux-Port (plus audiobook) (Bahasa Prancis, cerita remaja, lukisan, kriminalitas. Museum, Kota Marseille, Koleksi Institut Francais) – Pascale Poli.

[Dan beberapa tambahan lain…]

Bacaan 2018:

1) Seri Strategi Arsitektur 1: Pola Struktural dan Teknik Bangunan di Indonesia (Lingkungan, Arsitektur, Teknik) – Ir. Heinze Frick. [2 minggu].

2) Seri Menata Rumah: Menata Rumah Mungil (Arsitektur, Interior) – Imelda Akmal [1 minggu].

3) 100 tahun pascapemugaran Candi Borobudur, Trilogi I, menyelamatkan kembali candi borobudur, Balai Konservasi Borobudur (Arsitektur, Hindu-Buddha, Teknik Bangunan) – Prof. Dr. Daoed Joesoef; editor, Prof. Dr. Haryani Santiko. [1 Bulan].

4) Perkembangan Pemikiran Ekonomi: Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan – Sumitro Djojohadikusumo. [2 Minggu].

5) Manajemen Dan Struktur Industri Jepang (Perusahaan, Industri, Budaya Jepang) – Naoto Sasaki. [2 minggu].

6) Said Jamaluddin Al Afghany (Tokoh pemikir Islam yang diperebutkan kaum Sunni-Syiah, Cikal Bakal Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah, Travelling Paris-London-St. Petersburg, Budaya, Politik) – Prof Buya Hamka. [2 Minggu].

7) Si Kecil Filip Pergi Sekolah (Sastra Rusia, Cerita Anak, Pendidikan, Terjemahan) – Leo Tolstoy. [1 Minggu].

8) Dari Festival Ke Festival, film-film mancanegara dalam pembicaraan – Salim Said. [1 Minggu].

9) Penerjemahan Berdasar Makna: Pedoman Untuk Pemadaman Bahasa – Mildred. L. Larson. [2 Bab, 1 minggu, tak tuntas].

10) Cemara-Cemara Kampus (Roman, Politik, Mahasiswa, Erotis, Sosial—Penulis underrate dengan teknik menulis yang mengagumkan pada zamannya, meski ia penggemar Pram, namun ia mampu lepas dari teknik menulis Pram dengan gaya menulis dari gaya Dono sendiri, Salut, Cerdas, Bung!) – Dono Warkop DKI, Pengajar Sosiologi UI. [1 Minggu].

11) Bila Satpam Bercinta (Roman, Politik, Mahasiswa, Erotis, Sosial) – Dono Warkop DKI, Pengajar Sosiologi UI. [1 Minggu].

12) Dua Batang Ilalang – (Roman, Politik, Mahasiswa, Erotis, Sosial) – Dono Warkop DKI, Pengajar Sosiologi UI. [1 Minggu].

13) Senggol Kiri Senggol Kanan – (Roman, Politik, Mahasiswa, Erotis, Sosial) – Dono Warkop DKI, Pengajar Sosiologi UI. [1 Minggu, pinjam teman].

14) Syuga Derrida (Filsafat Prancis, seni, media massa, Koleksi Institut Francais—Jika Muhammad Al-Fayyadl menulis Derrida dengan sangat rapih dan terstruktur, Pak Em adalah kebalikannya, sangat chaos, jenaka dan tak tentu arah) – Emmanuel Subangun. [2 Minggu].

15) Du mariage considéré comme un des beaux-arts / Pernikahan Sebagai Seni Rupa (Bahasa Prancis, Filsafat, Pernikahan, Seni, Romantisisme—Bagi para pengagum kesetiaan dalam ikatan perkawinan, Koleksi Institut Francais) – Duet pasangan teromantis Prancis, Julia Kristeva & Philippe Sollers. [Target 2 bab, Tuntas, 1 Bulan].

16) Les prolégomènes / Mukadimmah (Bahasa Prancis, Sosial, Masyarakat, Koleksi Institut Francais—Zuckerberg menggunakan karya Ibnu Khaldun untuk memetakan masyarakat di dunia sosial media, dan saran bagi perintis amatir platform) – Ibn Khaldoun [Target 2 Bab, Tuntas, 1 Bulan].

17) Anatomy of a Winner (Olahraga, Chelsea, Filsafat, Strategi/Taktik, Motivasi) – Jose Mourinho [3 Bab, 1 bulan, tak tuntas, pinjam teman].

18) Soviet Literature Monthly (1961) (Bahasa Inggris, Sastra, Politik) – V. Azhayev & Nina Matveyeva. [3 essai, 2 minggu, tak tuntas].

19) German and the Germany (Bahasa Inggris, Ekonomi, Perang Dunia, Gaya Hidup, Seni, Pendidikan, Penelitian) – John Ardagh [2 Bulan].

20) The Red Pony (Bahasa Inggris, Roman, Cerita Anak, Sastra Amerika, Keluarga, Psikologi, Pertanian-Peternakan, Hubungan Anak Lelaki dan Ayahnya, Koleksi Pusat Pelatihan Bahasa UGM) – John Steinbeck [1 Bulan].

Tutup Buku.

Bacaan 2017:

1) Otobiografi Mohammad Hatta (Traveling, Politik, Ekonomi, Sejarah, Pendidikan) – Mohammad Hatta. (1 Bulan).

2) Teologi Negatif Ibnu Arabi (Filafat, Agama, Sejarah, Budaya) – Muhammad Al-Fayyadl. (1 Bulan).

3) Tulehu (Roman, Olahraga, Budaya) – Zen RS. (2 Minggu)

4) Tafsir Al-Misbah (Bahasa, Agama, Filsafat) – Prof. Quraish Shihab. (Hingga Sekarang)

5) Marseille, a sweet escape (Travelling, Perantauan, Bahasa, Budaya, Pendidikan) – Perhimpunan Pelajar Indonesia, Marseille-PACA, Marseille. (2 Minggu)

6) Cinta Adalah Kesunyian – trans. dan ed. Anton Kurnia. (2 Minggu).

7) Berbicara Agar Anak Mau Mendengar & Mendengar Agar Anak Mau Bicara / How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk (Parenting, Komunikasi, Pendidikan) – Adele Faber, Elaine Mazlish (1 bulan).

8) Seri Pemikiran Kristen: Kierkegaard – Peter Vardy. (2 Minggu).

9) Feu La Cendre (Bahasa Prancis, Filsafat Bahasa) – Jacques Derrida. (3 Bulan).

10) Father Sergius (Bahasa Inggris, Novella, Agama, Filsafat, Sastra) – Leo Tolstoy. (1 Bulan).

11) Town Musicians of Bremen (Bahasa Jerman, Cerita Anak, Musik, Seni) –  Hans Wilhelm (2 Bulan).

12) J’aime Lire: Kazue et Le Musicien (Bahasa Prancis, Cerita Anak, Musik, Seni) – Patricia Berreby. (1 Bulan.)

Tutup Buku.

The Rhyme of (Saint) Loco.

– Untuk budaya-budaya di Indonesia yang tak memiliki tradisi tulis dan terabaikan.

When the language formed… – Microphone Anthem, Rock Upon A Time (2004), Saint Loco. (1)

I’m desert desperate for fall of rai(n) / I’m a wound try to heal now can you cover this pai(n) / Just like a prodigal son running back to his fathe(r) / Like child that cry for the love of a mothe(r) – Fallin, Vision For Transition (2006), Saint Loco. (2)

Di atas adalah rima dari satu band nu metal/rapcore Indonesia yang pernah penulis dengar semasa era mengenakan seragam putih-abu. Ketertarikan pada Saint Loco hadir, setelah beberapa langkah mundur telah mencicipi sound dari Linkin park dan Limp Bizkit, dari turntables/keyboard/synthesizer/samples DJ Joe Hahn dan turntables/sampling/programming DJ Lethal, dan jauh sebelum mengenal sampling-sampling dari Beastie Boys, Public Enemy, Eminem, Homicide atau Thufail Al-Ghifari. Dalam rentang album pertama dan kedua pada 2004-6, akan ada masa yang cukup jauh bila dipijak dalam masa sekarang, 2018, puluhan tahun lebih.

Rima, dalam bahasa, adalah pengulangan bunyi yang berselang, dan mampu kita perpanjang dengan form-form dari rima yang lain seperti Rima Akhir Sempurna, Rima Akhir Tak Sempurna, Rima Akhir Ganda, Rima Akhir Ganda Tak Sempurna, Rima Awal, atau bahkan yang berhubungan dengan perkawinan antara matematika dan bahasa seperti Berdasar Algoritma Metaphone dan Berdasar Algoritma Soundex.

“Rima,” tutur kawan penulis di Prancis, yang melakukan penelitian digitalisasi naskah Lontar dari kebudayaan Bali, dan meminjam ungkapan Julia Kristeva, feminis keibuan, sebagai “revolusi dalam bahasa yang sangat puitik.” Seperti yang terlantun dalam lagu Fallin:

1) Sama seperti anak yang hilang dan berlari kembali ke ayahnya. 2) Seperti anak yang menangis untuk cinta seorang ibu.

Seperti bagaimana menghancurkan perspektif pertentang klaim ‘Para Ahli’ antara siapa yang lebih hebat antara dunia lisan ataupun dunia tulisan, dan membiarkan pengulangan-pengulangan bunyi (phone) mencari bentuknya sendiri, secara wajar, alamiah.

(1) Microphone Anthem – Saint Loco https://www.youtube.com/watch?v=Z7QwrwoKWQU

(2) Fallin – Saint Loco https://www.youtube.com/watch?v=ElwZWVdZZ5o

[] Tradisi Lisan https://www.ifi-id.com/id/event/undang-undang-otonomi-daerah-dan-penulisan-sejarah-di-indonesia-bagian-timur-oleh-genevieve-duggan

Kawan-Kawan Muda Hubungan Internasional, UGM.

-L’éducation, c’est la famille qui la donne ; l’instruction, c’est l’Etat qui la doit. [Pendidikan, adalah keluarga yang memberikannya; Instruksi, adalah Negara yang mengharuskannya] – Victor Hugo.

Senang rasanya melihat kawan-kawan muda seperjuangan dalam kelas bahasa Prancis meraih impiannya masing-masing, meskipun hanya dua tingkatan, sekitar enam bulan. Nadia (Cah Solo), Oka (Arek Surabaya) dan Mega (Anak Bekasi/Jakarta) adalah kawan-kawan muda dari Komahi FISIPOL UGM, mereka sangat aktif, daya serap bahasa mereka luar biasa. Saya yang lebih tua sekitar enam atau tujuh tahun benar-benar kepayahan meladeni semangat mereka. Mudahnya seperti ini, untuk proses pemahaman seperti menghafal rumus konjugasi bahasa, mereka hanya sekali, sementara saya harus dua kali.

Di dalam kelas itu, melalui sistem metode pedagogi, perbedaan terbungkus dalam persamaan, seperti kepala dengan isi keilmuan teknik sipil/arsitektur harus bertemu dengan kepala dengan isi keilmuan politik, kepala dengan isi keilmuan ekonomi, kepala dengan isi keilmuan sastra atau kepala dengan isi keilmuan seni. Rumus singkatnya: Teknik+Politik+Ekonomi+Sastra+Seni => Bahasa.

Semoga mereka masih menyimpan bara semangat untuk merantau ke Tanah Napoleon Bona dan Rong-Rong, yang memang unggul di ilmu-ilmu sosial; lain dengan Jerman yang unggul dalam Iptek.

Tangani Kasus Persekusi JAI Lombok Timur: bukan sekedar Menyapu Debu ke bawah Karpet – Oleh: Nadia Fausta Azhara (Peneliti Muda Setara Institute).

https://hakberagama.or.id/tangani-kasus-persekusi-jai-lombok-timur-bukan-sekedar-menyapu-debu-ke-bawah-karpet/?fbclid=IwAR2gfO1LL4C5R6QDgflclknKwxW3KQe-ac9RV0vWkARHZjobzUlp15snvac

Memahami Watak Air.

“Dengan dua orang kawan bangsa Indonesia yang berhasil bersama-sama denganku pada tanggal 25 mei 1926 (24 Tahun) aku mendapat gelar “INGENIEUR”. Ijazahku dalam jurusan Teknik Sipil bahwa aku adalah spesialis dalam pekerjaan Jalan Raya dan Pengairan […] Aku berkeinginan untuk meneruskan universitas di Belanda karena biasanya seorang yang ingin sekolah Teknik pergi ke negeri Belanda […] Janganlah membuat otakmu menjadi perpustakaan, tetapi pakailah pengetahuannmu secara aktif”- Soekarno Muda ( Teknik Sipil di Technische Hoogeschool teBandoeng/ITB).

Penulis melihat video itu (1,2), video beberapa hari lalu di mana Malang Kota Bunga berubah nama dengan Malang Kota Banjir. Pemimpin Kota Malang, yang sangat penulis kagumi menjelaskan bahwa ketika hujan turun kurang/lebih selama 1 jam, dan mengatakan melalui lansiran beberapa media massa bahwa DAM air di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Irigasi yang berada di wilayah Ringin Asri tersumbat oleh sampah bambu milik masyarakat.

Pernyataan Pemimpin Kota Malang mungkin benar, namun dalam memahami suatu ‘peristiwa,’ dalam konteks bahasa, selalu mengandung kejadian-yang-belum-terjadi (avant/before) atau kejadian-yang-telah-terjadi (après/after). Kita imajinasikan bahwa kejadian bencana alam yang penulis lihat dalam video itu termasuk dalam kategori kejadian-yang-belum-terjadi (avant/before).

Pada masa kejadian-yang-belum-terjadi (avant/before), katakanlah, orang awam, yang mengenal Malang dengan benar, dalam artian cetak-biru baik dari sejarah hingga konstruksi arsitektur yang ada semacam Gereja-Masjid Alun-Alun, Stasiun Kotabaru Malang, Bangunan Tua Sekolah Menengah Atas favorit di Komplek Tugu (SMA 1, SMA 3 dan SMA 4), atau bunker di Ijen (4), telah memahami bahwa andaikan hujan turun dengan debit air yang tinggi, maka ada kesinambungan struktur geografi dengan daerah yang lebih tinggi, Kota Batu. Dalam pemetaan yang lain, secara pragmatis, orang Jakartakerap menyebut banjir dengan ‘kiriman dari Bogor,’ tepatnya air kiriman dari Bendung Katulampa, Bogor.

Setali tiga uang dengan kasus banjir kiriman Bogor-Jakarta, posisi Kota Malang masih saja belum aman apabila hanya mengandalkan dinas yang terkait untuk merekonstruksi kembali drainase Kota Malang—serta penambahan ruang hijau yang luas seperti hutan Malabar, seperti yang dikatakan walikota Surabaya, untuk menekan banjir sekaligus meminimalisasi dampak gempa (5)—sebagai kota yang nyaman bagi siapa pun, baik warga lokal maupun pendatang, dan satu hal yang paling penting berharap dan bekerja sama dengan Kota Batu, sebab menilik karakter elemen alam ciptaan-Nya, air yang mengalir dari tempat tinggi ke rendah, dari Kota Batu ke Kota Malang.

Dan penulis berharap–dan berdoa–agar kita semua dihindarkan dari bencana-bencana, satu rasa syukur yang tak ternilai.

Bacaan lanjut:

-Waterbouwkundige Constructies – Ir.J. Honing. /http://pustaka.pusair-pu.go.id/akasia/index.php?p=show_detail&id=326

-Menteng “Kota Taman” Pertama di Indonesia – Romo Adolf Heuken.

– Mesjid-mesjid tua di Jakarta – Romo Adolf Heuken.

– Gereja-gereja di Jakarta – Romo Adolf Heuken.

*

(1) https://www.youtube.com/watch?v=ejF57j-dFIg

(2) https://www.youtube.com/watch?v=Vg4eE9rQ-u4

(3) http://suryamalang.tribunnews.com/2018/12/10/penjelasan-walikota-malang-sutiaji-soal-banjir-di-kota-malang-singgung-soal-dam-di-umm

(4) https://radarmalang.id/pemkot-malang-radar-malang-napak-tilas-bunker-di-tengah-kota/

(5) http://www.satuharapan.com/read-detail/read/risma-buat-hutan-kota-untuk-tekan-banjir

[] Image https://www.tokopedia.com/sejarah/buku-belanda-klasik-jadul-lama-1950-waterbouwkundige-constructies