L’Agenda Quatorzième Jours (Catatan Harian Ke-14); 1 Januari 2019.

The Happy Ending Is You – Paint The Sky Red.

Au début de cette année, j’ai essayé de ne pas regarder en arrière, le temps passé. Au début de cette année, je donnerai une grande partie pour écrire sur l’avenir, le temps futur.

Pour moi, l’avenir est un foyer de possibilités pour tous, pour n’importe quoi. On ne peut que devine ça, et tout le monde a toujours peur des conséquences des résultats d’un échec pour l’avenir, qui ne fait pas. Cependant, depuis mon vingt-cinq ans, j’ai appris beaucoup de choses sur l’échec dans tous les aspects. Maintenant, en 2019, au présent, la maturité de la pensée et un apprentissage assez long, j’ai beaucoup réduit ma peur de l’échec, même s’il reste encore de cette peur; comme j’ai fait depuis deux ans.

Avec Le Dieu, je n’ai besoin d’avoir peur de n’importe quoi. Pendant ce temps, j’étais trop longtemps seul en termes de relations d’amour, de relations au sexe opposé, une femme. Je pense que la solitude que j’ai vécue jusqu’à présent suffit à donner beaucoup de leçons. Maintenant, j’ai une autre perspective, c’est qu’en aimant quelqu’un, alors c’est une bénédiction qui a été donnée par Dieu le Très-Grand.

Je crois que dans les jours à venir, Je rencontrerai de bons et merveilleux événements, l’un d’eux rencontre ma futur femme, elle m’aidera du trou noir tout ce temps.

Je crois, je crois encore, je dois croire et je croirai toujours en un avenir meilleur et ferai de son mieux pour lui – ma futur femme et mon futur enfant, pour Lui, Dieu.

*

Di awal tahun ini, aku mencoba untuk tak melihat ke belakang, masa lalu, past; Di awal tahun ini, aku akan memberikan porsi besar untuk menuliskan tentang masa depan, future.

Bagiku, masa depan adalah rumah kemungkinan bagi siapa saja, bagi apa saja. Kita hanya bisa menerkanya atau menduganya, dan setiap orang selalu ketakutan pada hasil berupa kegagalan tentang masa depan, yang belum dilaksanakan. Namun, sejak umur duapuluh lima, aku telah belajar banyak hal tentang kegagalan dalam aspek apa pun. Kini, di tahun 2019, di masa sekarang, dengan bertambahnya usia, dengan semakin matangnya pemikiran, dan melalui pembelajaran yang cukup panjang, aku telah banyak mereduksi ketakutan pada kegagalan, walaupun masih ada sisa-sisa ketakutan itu; dan aku telah mantap untuk melangkah ke depan, seperti yang telah aku lakukan selama dua tahun terakhir.

Bersama Tuhan Yang Maha Agung, aku tak perlu takut pada apa pun. Selama ini, aku terlalu lama sendiri dalam arti relasi tentang cinta, relasi pada lawan jenis, seorang perempuan. Aku berpikir bahwa kesendirian yang selama ini telah aku alami cukup memberikan banyak pelajaran. Kini, aku memiliki cara pandang lain, bahwa dengan mencintai seseorang, maka hal tersebut adalah suatu berkah yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Agung.

Aku percaya bahwa di hari-hari ke depan, aku akan menemui kejadian-kejadian baik dan mengagumkan, salah satunya adalah bertemu dengan pasangan sejatiku, yang akan menolongku dari lubang kegelapan selama ini.

Aku percaya, aku masih percaya, aku harus percaya dan aku akan selalu percaya, pada masa depan yang lebih baik, dan melakukan yang terbaik untuknya—calon istri dan calon anakku, untuk-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s