Das Wunder der Umarmung (Keajaiban Pelukan)

20181103_102613

– Suatu cerita pendek—salah satu perangkat bahan ajar—untuk Mohammad Natsir, penyuka komponis musik klasik Jerman, Ludwig van Beethoven, dengan budaya makan di meja makan bersama anak-anaknya.

Pagi hari di akhir pekan ini, cerah sekali: langit biru terbentang luas, belasan keluarga kecil burung-burung melompat dan mengepakkan sayapnya dari satu pohon ke pohon yang lain, dan kulihat puluhan anak muda bergerak dengan sepatu lari di universitas tertua ini, termasuk dirinya, sahabat yang selalu menemaniku, yang menggantikan posisi keluarga ketika jauh, si X.

X, 28 tahun, adalah pengajar muda yang fokus pada ilmu Psikologi Parenting dan ia adalah pengagum dari Psikolog Jerman-Amerika, Erik Erikson. Dari kejauhan, dari bangku taman ini, aku melihatnya berlari dengan mengenakan sepatu lari Adidas-nya dan mengenakan sweater bertuliskan ‘Munich School of Philosophy’, almamater dari Romo Sindhunata, penulis Indonesia, kelahiran Kota Batu, Malang Raya itu. Aku masih ingat bagaimana ia berkata girang sekali mana kala bertemu dengan penulis favoritnya itu dan ia selalu menyimpan semangat yang tak pernah kumiliki lagi. Ia benar anak muda yang luar biasa.

Dari kejauhan itu pula, ia melambaikan tangan kepadaku dan aku membalasnya. Ia menunjukkan tanda tiga jarinya yang berarti tiga putaran lagi, aku mengangguk dan membalas dengan ibu jari, dan ia menghilang dari pandanganku.

Meskipun aku, 30 tahun, seorang dekorator (1), lebih tua darinya namun aku tak malu untuk belajar kepadanya yang lebih muda itu. Pada suatu momen, ketika keluar dari perpustakaan universitas ini, ia mengajakku untuk pergi ke ankringan terdekat. Sesampainya di angkringan, setelah pesanan datang, aku membuka percakapan tentang relasi arsitektur dan psikologi: warna, gambar, ruang, suhu, yang memiliki dampak emosi dan ekspresi. Seperti cahaya yang menyebar luas, obrolan ke mana-mana hingga sampai pada titik di mana aku sadar bahwa akan mengalami masa itu, menjadi seorang ayah.

Nanti, katanya saat itu, dan melanjutkan, mas akan mengalami sendiri bagaimana pelukan menjadi semacam arsenal dari rasa takut, gelisah atau hal-hal yang dikhawatirkan.

Sedahsyat itukah pelukan? Tanyaku.

Dengan menggerakkan gestur tangannya ia menceritakan pengalamannya: Aku hanya bisa memberikan gambaran, Mas. Namun pengalaman terbaik adalah bagaimana suatu subyek merasakan kejadian secara langsung, terlepas dari beruntung dan tak-beruntung, atau baik dan buruk. Ketika di Munich dulu, di satu tempat kopi, aku melihat seorang gadis kecil disamping ibunya yang menangis dan kemudian memeluknya, seperti suatu keajaiban tiba-tiba aku melihat kedamaian yang dipancarkan oleh tubuh besar dan tubuh kecil itu. (2)

Aku mengamati mimik wajahnya yang penuh semangat saat itu.

*

Ia kembali muncul dari satu putarannya dengan nafas yang terengah-engah dan berteriak: Maaas! Satu putaran lagi.

Santai, aku sedang tak terburu-buru. Lanjutkan!

Ia pun menghilang dari pandanganku bersama anak-anak muda di universitas ini yang terus bergerak, bergerak dan bergerak. Di balik pagar universitas ini, kulihat kendaraan juga bergerak. Di antara awan, kulihat pesawat juga bergerak. Sementara aku hanya duduk terdiam.

Ah, tidak, aku tidak duduk terdiam, aku masih bergerak meski dengan berpikir, kataku dalam hati.

Aku merasakan sengatan matahari pagi yang membenturkan kulitku dan masuk ke dalam pori-pori kulit dan terasa hangat (3). Aku melihat buku Erik-Erikson miliknya yang telah kupinjam; sembari memutar lagu Shine dari Slowdive dan aku membaca satu cerita kecil yang ditulisnya dibalik cover buku Erik Erikson, penulis Frankfurt, tentang hadiah dari Rasulullah Saw pada anak-anak kecil, berupa ciuman dan pelukan. (4)

*

Di bangku taman ini, sambil menantinya selesai berlari, aku menghirup udara dan menghembuskannya kembali, dan pagi hari di akhir pekan ini, cerah sekali.

(1) https://interiordesign.id/desainer-vs-dekorator-perbedaan-antara-kedua-istilah-dalam-dunia-desain-interior-yang-mesti-anda-ketahui/

(2) a) http://www.bernas.id/amp/54680-satu-pelukan-sejuta-manfaat-bagi-tumbuh-kembang-anak.html; b) https://bidanku.com/manfaat-pelukan-orangtua-bagi-perkembangan-psikologis-anak; c) https://psyline.id/rahasia-keajaiban-pelukan-orangtua-bagi-anak/; d) https://lifestyle.kompas.com/read/2015/05/15/161808223/Pelukan.Ayah.Buat.Anak.Lebih.Mandiri; e) http://www.parenting.co.id/balita/keajaiban+pelukan; f) https://www.brilio.net/orangtua/12-komik-strip-pengorbanan-ayah-ke-anaknya-jadi-kangen-pelukan-bapak-1708291.html; g) https://id.theasianparent.com/bahasa-cinta-untuk-anak/.

(3) a) https://lifestyle.kompas.com/read/2011/08/22/15325859/11.Keistimewaan.Berjemur.Pagi.Hari.; b) https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/sinar-matahari-pagi-turun-berat-badan/.

4) http://sahabatkecilpreschool.com/pelukan-untuk-anak-sunah-rasulullah-yang-berkhasiat-luar-biasa/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s