Jogja, After The Rain.

– Untuk seorang kekasih yang menanti kekasihnya dalam jarak dan menjaga kesetiaannya.

– Untuk sepasang kekasih yang telah terpisah begitu lama dan kemudian bertemu serta melampiaskan rindu dalam peraduan cinta yang intim.

– Untuk setiap tangis pasangan kekasih yang berbeda agama dan terbentur keluarga besar masing-masing.

– Untuk kawan lama yang merindukan kawan lama dalam nuansa debat ideologi dan budaya.

– Untuk simbok-simbok Pasar yang enggan menyerah menjajakan dagangan tradisional di era Revolusi Industri 4.0 para pemilik start-up muda.

– Untuk seorang ateis yang merindukan kasih sayang Tuhan dalam Gereja Katolik Santo Antonius, Kotabaru.

– Untuk suami-istri muda yang menitikkan air mata di antara tangisan bayi mereka di Rumah Sakit Sarjito.

– Untuk seorang kakak perempuan yang merayakan ultah dan menraktir adik lelakinya menikmati es krim di Gelatto.

– Untuk mahasiswa muda yang berjuang dengan setiap malam bekerja dan pagi kuliah demi membahagiakan ayah-ibunya.

– Untuk setiap bau parfum, keringat dan alkohol di pub-pub Jalan Magelang.

Jogja, after the rain. Tetaplah berwarna seperti langit sore.

1) Matt Nash – Know My Love (Matt Nash x Marwan & Julian Remix) https://www.youtube.com/watch?v=vwMJdXiH6XE

2) Better With You – Egzod https://soundcloud.com/egzod/better-with-you

3) Right In Front of Me Ft. Kaleena Zanders https://www.youtube.com/watch?v=1UlR_EdXlDI

4) EVVY – Swing (Win and Woo Remix) https://www.youtube.com/watch?v=v1wpH0HJf-c

Iklan

Sketsa Bebas: Le ventre de Paris (Perut Kota Paris).

Sketsa/Karikatur/Lukisan/Litografi (1,2,3)/Gambar Teknik di roman/novel Emile Zola, Le ventre de Paris (Perut Kota Paris) tentang dunia kuliner, pasar tradisional, restoran, dan seluk-beluk Paris lama atas introduksi Robert Abirached, penerbit Prancis Le Livre de Poche, seri klasik.

Anak Antropologi kalo punya kekasih/gebetan anak seni rupa; Anak sejarah kalo punya gebetan/kekasih anak arsitektur/teknik sipil bisa ajak penelitian bareng ke daerah pedalaman untuk pengambilan data riset melalui Sketsa/Karikatur/Lukisan/Litografi/Gambar Teknik, karena alat teknologi modern gak berfungsi di dunia lama dengan teknologinya, dan gak ada listrik.

Jangan buang-buang ilmu secara gratis tau, gak kaya-kaya kamu nanti, kata yang lain.

Hanya dengan cara gini, saya yakin akan dipertemukan oleh Tuhan dengan belahan jiwa saya, tutur fans Zola.

🙂

(1) https://www.kompasiana.com/djuliantosusantio/586ae128137b61ee0df8a1f8/litografi-semacam-karya-lukis-tapi-unik-langka-dan-kuno?page=all

(2) https://warstek.com/2017/04/12/litografi/

(3) http://kekunoan.com/mengintip-dunia-kuno-lewat-litografi/

Dibalik Kacamata Klopp.

– Untuk kerinduan pada satu-dua kawan PPB Jerman UGM, dan kawan Goethe Institut.

Sebelum pertandingan, di atas kertas, rasa pesimis itu muncul dan sangat wajar, mengingat Bayern Munich adalah salah satu klub raksasa yang memiliki tradisi juara. Rumah-rumah judi bola memasang 0 – ¼ untuk Munich.

Masa depan adalah rumah bagi segala kemungkinan, saya masih percaya pada tesis itu. Apa yang kita takutkan ternyata tak tepat. Malam yang sangat luar biasa di Allianz Arena, stadion bola yang sangat futuristik.

Rasa campur aduk bergelora menjadi satu. Potongan-potongan kecil tentang perseteruan abadi yang telah mengakar antara Inggris dan Jerman dari brexit bahkan secara militer, bahkan menurut Historia seperti persaingan Raja Inggris George V, Kaiser Jerman Wilhelm II dan mau tak mau harus kita seret dalam lapangan (field) lain, sepakbola.

Klopp, orang Jerman yang relijius itu, orang Stuttgart itu—kembali ke tanah kelahirannya dan sebagai lawan bagi orang Jerman lain, tepatnya orang Munich yang sangat high class dari seni hingga ekonomi—merindukan kultur Jerman yang apabila kali pertama kita melihat orang-orang Jerman akan terasa cuek; namun jika telah dekat, orang-orang Jerman akan sangat bersahabat.

Di tepi lapangan Allianz Arena dengan atmosfir yang luar biasa; di bench Liverpool itu, ia berdiri sambil mendengar chant You’ll Never Walk Alone menemani langkahnya bukan sebagai anak Jerman melawan bangsanya, melainkan anak Stuttgart melawan orang Munich.

But she said, “Where’d you wanna go? / How much you wanna risk? / I’m not looking for somebody / With some superhuman gifts / Some superhero / Some fairytale bliss / Just something I can turn to / Somebody I can kiss / I want something just like this, tutur Chris Martin, Coldplay, dalam lagu Something Just Like This, Klopp.

: Bayern Munich 1-3 Liverpool | Jurgen Klopp’s Post-Match Press Conference https://www.youtube.com/watch?v=QbQ5FXhTVXA

Problem: Suatu konflik teknologi (permainan video game) antara generasi lama dan generasi baru.

– Tanggapan sederhana atas frasa Romo Magnis, “Mengambil sikap atas dasar rasa kecewa adalah tanda mental yang lemah. Orang yang mentalnya baik tak akan mengizinkan rasa kecewa memengaruhi keputusannya,” atas opini beliau di Kompas (12 Maret 2019) (1), serta counter-attack bagi pengritik Romo Magnis.

(Introduksi) Dalam kultur modern, permainan video game adalah salah satu penemuan. Banyak jenis permainan yang bisa memainkan bersama generasi baru melalui internet dan teve. Jadi, itu tak hanya suatu permainan tapi juga suatu pekerjaan untuk programer permainan.

(Tesis) Permainan video game dilahirkan melalui teknologi. Ilmu informatika mengubah cara pandang kita secara cepat. Generasi baru memiliki ketertarikan dengan domain ini, tapi generasi lama berpikir penemuan ini, video game, adalah hantu bagi generasi muda.

(Antitesis) Lalu, konflik muncul antara generasi lama dan generasi baru yang memiliki setiap pemahaman tentang teknologi melalui video game. Efek pembangunan secara cepat membuat generasi lama yang tak mengikuti orientasi pemikiran tentang generasi baru.

(Sintesis) Kita tahu bahwa jarak zaman antara mereka, generasi lama dan generasi baru, adalah suatu konflik yang harus dikurangi melalui dialog untuk memproduksi hasil, yaitu, pemahaman zaman bersama perbedaan teknologi antara satu dengan yang lain.

(Konklusi) kita bisa mendapatkan satu kesimpulan bahwa setiap zaman memiliki teknologinya masing-masing.

: Penggemar kecil Romo Magnis, pengagum budaya Prancis dan Jerman.

(1) https://rumahfilsafat.com/2019/03/12/golput-tulisan-franz-magnis-suseno/

Konsep Café Santé.

I promised I’d have you home before daylight / We do the best we can in a small town – Coffee (Album Beneath Medicine Tree), Copeland (1).

Bagi penikmat Prancis dan serba-serbinya pasti akan sangat kenal dengan Les Deux Magots, suatu cafe tempat bertemunya para seniman (surealis) dan intelektual seperti pasangan Sartre dan Beauvoir, Hemingway hingga Camus, Picasso hingga Brecht (2). Ya, negeri yang selalu memiliki gairah terhadap kebebasan untuk berpikir sejak zaman Rene Descartes, Aku berpikir maka aku ada (je pense, j’existe), punya antusiasme terhadap konsep kopi/cafe/coffee beserta rumahnya.

Setelah pencarian panjang yang melelahkan dari satu cafe ke cafe di Jogja dan memelajarinya, pada akhirnya penulis dipertemukan dengan satu konsep cafe yang dirasa cocok bagi penulis untuk diadaptasi ke Malang nanti yakni café santé, suatu tempat di mana berfungsi sebagai tempat obrol ringan untuk para persona yang memiliki kesulitan untuk menuangkan gagasannya dalam permasalahan sehari-hari seperti permasalahan yang dialami para lansia, permasalahan parenting, permasalahan cinta, permasalahan masa depan, permasalahan pekerjaan dan pemuda, dan tema-tema yang lain; dan diharapkan menemukan satu kunci jawaban yang selalu diimpikan oleh setiap orang yang memiliki permasalahan, solusi.

Ada cafe yang memang menawarkan kualitas kopi, namun ada juga cafe yang menawarkan konsep tempat seperti café santé. Dengan cara pandang sebagai pemilik/owner, penulis akan menawarkan konsep café santé dengan bentuk obrolan atau sharing seperti hari senin ngobrol tentang permasalahan yang dialami para lansia; hari selasa ngobrol tentang permasalahan parenting; hari rabu ngobrol tentang permasalahan cinta; hari kamis ngobrol tentang permasalahan masa depan; hari jumat ngobrol tentang permasalahan pekerjaan dan pemuda, et cetera, et cetera.

Penulis akan sangat senang bila konsep Café Santé ini menjamur di kota-kota besar, kota-kota urban yang selalu dilingkungi permasalahan-permasalahan untuk satu kata kunci yang lain: kehidupan yang baik, vivre mieux.

Selamat merayakan nyepi bagi yang merayakan.

(1) https://www.youtube.com/watch?v=rBc0Df_RQ5c

(2) https://en.wikipedia.org/wiki/Les_Deux_Magots

Discours direct (direct speech, Inggris) dan Discours indirect (indirect speech, Inggris)

Tentang discours direct (direct speech, Inggris) dan discours indirect (indirect speech, Inggris) yang digunakan pada jurnalisme dan bisa juga diadaptasi pada skrip film ke roman/novel ataupun sebaliknya.

Discours indirect (1)

Cahaya, kata Ainun, Ainun adalah gelombang, merah kuning orange itu gelombang panjang biru itu gelombang pendek sedangkan atmosfer itu satu frekuensi dengan gelombang pendek terutama warna biru jadi atmosfer menahan dan menghamburkan warna biru dilangit, itu mengapa langit warnanya biru.

Kemudian mereka buka puasa bersama, di sini orang tuanya Ainun ingin mendengar cerita Rudy tentang Jerman. Di sini juga Rudy cerita tentang penyakit TBC-nya.

Nanti, tanya Ainun pada Habibie, dan melanjutkan, setelah lulus kuliah, kamu tetap tinggal di Jerman atau pulang?

Habibie membalas, oh saya harus pulang, saya mau bangun Indonesia dan Ainun, Ainun mau ikut saya ke Jerman?

Maksudnya ikut ke Jerman? Tanya Ainun sekali lagi.

Ikut sama saya, balas Habibie untuk kesekian kali, dan menambahkan, kawanin saya, mendampingi, menjadi istri, lalu kita bangun keluarga, hanya boleh kita berdua..Tanpa campur tangan dari keluarga besar. Saya tidak bisa menjanjikan banyak hal. Ntah kamu bisa menjadi dokter atau tidak, ntah kita bisa hidup mudah disana, tapi yang jelas saya akan menjadi suami yang baik untuk Ainun.

Aku tak bisa janji, sela Ainun, dan bicara, aku tidak bisa janji menjadi istri yang baik, tapi aku janji akan selalu mendampingimu menempati janjimu.

Kenapa kakimu, cuci lukamu? Tanya Ainun, histeris.

Ini tidak apa-apa, kata Habibie.

Habibie bertanya pada Ainun, kenapa?

Aku ingin pulang dan bisa meringankan bebanmu disini, aku juga tidak tahan lagi dengan kehamilanku ini, kata Ainun.

Habibie menyemangati Ainun, kamu kuat Ainun, kita ini ibarat gerbang yang masuk kedalam terowongan gelap dan panjang bahkan kita tidak tahu terowangan ini mengarah kemana, tapi setiap terowongan ujungnya ada cahaya, saya berjanji, saya akan membawa kamu ke cahaya itu.

Discours direct (2)

http://downloadfilmterbarugratisdancepat.blogspot.com/2015/03/teks-drama-habibie-dan-ainun.html

(1,2) https://www.podcastfrancaisfacile.com/grammaire/discours-indirect.html

Pengalaman Hamil di Negeri Kincir Angin oleh Pengajian Pelajar Muslim Rotterdam.

Amphiteater Depan Fisipol UGM.

Pada 27 – 30 Juli 2018, Institut Francais di Indonesia, di Surabaya, untuk kali pertama melakukan hubungan kerjasama dengan acara tahunan Jazz Bromo. Venue, melalui kamus en ligne/online Reverso, yang sepemahaman penulis berasal dari etimologi kata verba Venir (come, datang) dalam konteks passe compose (masa lalu) dan kata benda femina (1, 2), dihelat di Amphiteater Bromo, Jiwa Jawa Resort Bromo.

Di Venue itu, kawan penulis yang juga seorang guide tour meng-iming-iming-i beberapa foto di mana ia berkesempatan untuk bertemu dengan Insula (3), musisi Jazz Prancis yaitu Maher Beauroy dan Redha Benabdallah yang dipertemukan dari rahim Universitas Sorbonne, satu musik yang aneh bagi penulis yang memang tak terlalu akrab dengan campuran nuansa Aljazair-Andalusia, aneh, sangat aneh dan yang mengejutkan adalah musik mereka dipengaruhi oleh pemikiran Frantz Fanon. Sangat politis (4). Penulis lebih lekat dengan musik yang hampir serupa seperti Beirut, khususnya lagu Nantes, yang digawangi oleh Zach Condon (5).

Penggunaan amphiteater untuk acara seni dan budaya memang tak asing lagi, umum sebagaimana adanya acara seni dan budaya dalam space indoor. Namun, tercetus dalam satu sudut pandang bahwa amphiteater, yang memiliki desain serupa dengan stadion sepakbola, mampu menghidupkan kembali gairah seni dan budaya kerakyatan untuk forum-forum yang tak terlalu formal.

(1) https://dictionary.reverso.net/french-english/venue

(2) http://conjugator.reverso.net/conjugation-french-verb-venir.html

(3) Insula https://youtu.be/jfxaKMcc244

(4) Inspiré par la musique arabo-andalouse et le jazz moderne caribéen, Redha Benabdallah et Maher Beauroy proposent une musique audacieuse, riche en sensibilité et en couleur, qui jette un pont entre tradition et modernité.

Institut Francais di Uni Emirat Arab http://institutfrancais-uae.com/2018/04/03/insula-concert-hommage-a-frant-fanon-jazz-contemporain/

(5) https://www.youtube.com/watch?v=PCkT4K-hppE

Bacaan lanjut tentang amphiteatre: – The Middle East Under Rome oleh Maurice Sartre.

Antalogi Cerpen Keluarga: Daras Kecil

1) https://paroleparolesite.wordpress.com/2015/11/22/selamat-ulang-tahun-bu/

2) https://paroleparolesite.wordpress.com/2015/11/10/i-gave-you-all/

3) https://paroleparolesite.wordpress.com/2015/11/04/life-is-about-love-daras/

4) https://paroleparolesite.wordpress.com/2015/10/29/daras-dan-perspektifme/

5 ) https://paroleparolesite.wordpress.com/2015/10/29/daras-dan-ikan-lemon/

6) https://paroleparolesite.wordpress.com/2015/10/29/daras-dan-om-badut/

7) https://paroleparolesite.wordpress.com/2015/12/24/kuberikan-malam-playdough-kau-cipta-boneka-salju/

8) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/03/05/happy-weekend-daras/

9) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/04/10/daras-dan-bebek-kakek-andersen/

10) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/06/16/sauve-la-vie-moi-ma-chere/

11) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/06/04/daras-gazebo-saung-dan-the-smashing-pumpkins/

12) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/05/05/daras-dan-impian/

13) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/09/09/daras-hutan-pinus-dan-seorang-pria-yang-bertanya-tentang-bahagia/

14) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/09/04/sabtu-ceria-daras-dan-pameran-tunggal-lukisan/

15) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/08/23/paper-doll-tanda-maaf-untuk-gadis-kecilku/

16) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/12/17/daras-pendidikan-kamus-dan-rumah-bahasa/

17) https://paroleparolesite.wordpress.com/2016/12/11/senja-dan-matahari-dalam-potrait-camera/

18) https://paroleparolesite.wordpress.com/2017/08/12/daras-kecil-dan-malam-minggu/

19) https://paroleparolesite.wordpress.com/2017/08/05/daras-kecil-festival-kesenian-dan-ekonomi-kecil/

20) https://paroleparolesite.wordpress.com/2017/11/05/daras-dan-hujan/

21) https://paroleparolesite.wordpress.com/2017/07/18/daras-kecil-dan-belajar-mengayuh-sepeda-roda-dua/

22) https://paroleparolesite.wordpress.com/2017/07/22/daras-kecil-dan-gamelan/

23) https://paroleparolesite.wordpress.com/2017/07/30/daras-kecil-dan-kuliner/


Surat Untuk Mama (5): (Kita dan Kami) Semua Adalah Juara 1998 dan 2018 Hingga Kepercayaan Didi Deschamps Pada Pemuda (Imigran) Prancis.

– Tanggapan santai untuk petikan “[…] Mungkin semua itu hanya ekspresi tak matang dan gagah-gagahan anak muda” dari Pak Goen, oleh fans kecilnya yang menggemari Catatan Pinggir 1-4.

Salam, Mama, sayang.

Hari ini aku akan sedikit cerita tentang relasi antara bahasa dan olahraga. Aku kagum pada Deschamps yang tak hanya seorang pelatih, tapi juga pemimpin, bahkan ayah bagi skuad muda Prancis di Piala Dunia 2018.

“Kelompok [Skuad muda Prancis] memancarkan ketenangan, humor yang bagus dan kecerobohan. Ada kesabaran, jangan tegang lagi, nyamankan, tujuan semakin dekat, itu perlu menggigit gigi, melakukan seluruh usaha individu dan kolektif untuk tim Prancis menjadi kompetitif”, demikianlah kata Deschamps, Ma, dalam satu situs. (1)

Pada tahun 1998, Didi Deschamps menjadi pemain Prancis cum kapten ayam jantan itu, Ma, dengan mengangkat trofi setelah mengalahkan Brazil di final. Putramu berdecak kagum melihat bagaimana komposer lapangan hijau Aljazair-Prancis, Zizou, memainkan irama tubuhnya—bersama kecerdasan otaknya. Kita (dan kami) pun juga patut untuk mengetahui bahwa di tahun 1998 pula, lahirlah seorang bayi mungil bernama Kylian Mbappé Lottin yang dibentuk oleh lingkungan yang keras dalam kemiskinan dan bahasa-bahasa kasar di Bondy, sub-urban Paris. Daerah Bondy sendiri, Ma, dulunya adalah hutan yang menaungi para bandit dan perampok dan sangat berbahaya. Apa yang bisa kita lakukan di daerah sub-urban yang berjarak dengan pusat kota yang dipenuhi kaum akademisi yang sangat intelek itu. Gap pendidikan seperti bumi dan langit, pun dengan Indonesia.

20 tahun kemudian, pada tahun 2018, Didi Deschamps bermetamorfosa menjadi seorang pelatih dan si bayi dari lingkungan yang keras dan bahasa kasar seperti le langage familier dalam linguistik bahasa Prancis (2), Bondy, bermetamorfosa menjadi pemain muda Prancis—dan legenda Pele mengakuinya. Pra dan Pasca Piala Dunia 2018, Didi Deschamps mendapatkan tekanan berat dari dalam dan luar negara yang fanatik pada sekolah dan kebudayaan itu yaitu, pada Pra Piala Dunia 2018, dengan pemilihan pemain muda dengan background imigran seperti Fekir atau Kante kecil yang bekerja sebagai pemulung (3) yang kurang berpengalaman serta, pasca Piala Dunia 2018, dengan permainan Prancis yang monoton dan membosankan.

Sepakbola, lingkungan, bahasa, Ma, tak bisa lepas dari tingkat kelas sosialnya, dan Deschamps mengerti dengan ketelitian siapakah pemain yang dipilihnya, tipikal pejuang dari kelas menengah-bawah dengan bahasa-bahasa kasar. Majalah L’Obs mencoba menganalisis tentang kepemimpinan Deschamps yaitu Dompter les égos au profit du collectif, menjinakkan ego-ego pada keuntungan kolektif; Être fin psychologue, menjadi seorang psikolog; dan puiser l’inspiration dans sa propre expérience, mengambil inspirasi dari pengalamannya. (4)

Apapun itu, Ma, terima kasih atas kepercayaan yang kau berikan kepada putramu ini untuk terus berkembang dan berguna bagi siapapun yang memerlukan tenaga dan buah pikirnya.

Indiecology, Yogyakarta.

(1) « Le groupe dégage de la sérénité, de la bonne humeur, de l’insouciance. Il n’y a pas d’impatience, il ne faut pas se crisper non plus, être détendus, l’objectif se rapproche, il faut mordre à pleines dents, faire tous les efforts individuels et collectifs pour que l’équipe de France soit compétitive, » a ainsi confié Deschamps.  (1)

http://www.footmercato.net/equipe-de-france/equipe-de-france-didier-deschamps-balaye-les-doutes-sur-la-jeunesse-de-son-equipe_229323

(2) Dalam linguistik bahasa Prancis terdapat struktur bahasa untuk menunjukkan tingkatan santun dan tidaknya seperti le langage familier (kurang santun/ngoko dalam bahasa Jawa), le langage courant (santun/krama dalam bahasa Jawa) dan le langage soutenu (sangat santun/ krama inggil dalam bahasa Jawa)

(3) Fekir is the oldest of four brothers born to parents from Algeria who moved to France in the early 1990s. He grew up surrounded by other Algerian families in the Jacques Monod area of the suburb of Villeurbanne, which lies northeast of Lyon city centre.

https://bleacherreport.com/articles/2776282-the-iron-will-that-made-lyons-nabil-fekir-one-of-europes-most-sought-after-men

N’Golo Kante was born on March 29, 1991, Paris, France by relatively unknown parents known as Late Mr. and Mrs. Kante. His parents were migrants who migrated to France from Mali in 1980 to seek greener pasture in Europe. Due to their resilience nature, they thrived in doing the most complicated job that came their way. N’Golo Kante was their first child. Kante grew up in a small flat in Rueil Malmaison, a small and densely populated suburban area to Paris. This was an area known to have the best of people going menial jobs for the big city. Ideally,   Kante worked as a trash picker during his childhood. 

https://kayanddan.blogspot.com/2018/07/ngolo-kante-story-of-orphan.html

(4) 8 leçons de management de Didier Deschamps (8 pelajaran manajemen dari Didier Deschamps) – Charlotte Cieslinski, Jurnalis majalah L’Obs.

https://www.nouvelobs.com/sport/coupe-du-monde-2018/20180713.OBS9673/8-lecons-de-management-de-didier-deschamps-a-imiter-ou-pas.html

[] Sekalian ogut promosiin botol minum Institut Francais aka CCF.