Seri Buku Foto: Malang, After The Rain.

– Untuk kawan sekaligus kakak yang mengajari banyak hal tentang fotografi, gunung (outdoor gear) dan perburuhan, Arjules Parasian Manurung, Anak Malang keturunan Batak yang tak bisa bahasa Batak :p

Side lighting, or placing the light source or the subject so that the light hits from the side, fights the boring look of front lighting by creating shadows and depth. Side lighting is still fairly simple to shoot — you just have to careful and watch how the shadows fall. Side lighting doesn’t have to be at a 90 degree angle and even minor adjustments can change the way the shadows fall. When shooting with lighting from the side, watch where the shadows fall — small adjustments in the subject’s position can create more interesting or flattering shadows. – creativelife

A skilled photographer can manipulate how a viewer is likely to react to the content of a photo by manipulating the lighting – Photographic lighting

This style of lighting is named after the way that Rembrandt used light in his portrait paintings. It is a type of side lighting – Rembrandt Lighting

Lokasi: Depan Persada Swalayan, Jl. MT. Haryono, Dinoyo, Malang, dekat Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Difoto pada 22 November 2020, pukul 4 sore.

Seri Buku Foto: Sunrise Kota Malang Arah Bromo-Semeru.

Sunrise di langit Kota Malang arah Universitas Brawijaya dan Gunung Bromo-Semeru pada pukul 6 pagi, 17 November 2020. (Indonesian)

Un lever de soleil de la ville de Malang vers l’Université Brawijaya et le mont Bromo-Semeru à 6 du matin, le 17 novembre 2020. (French)

Ein Sonnenaufgang von die Stadt Malang in Richtung Brawijaya Universität und Bromo-Semeru Berg am 17. November 2020 um 6 Uhr morgens. (German)

: Point Pleasant (The End of The Beginning, 2004) – God Is An Astronaut.

5 tahun perjalanan nge-blog: Merayakan hubungan intim bersama WordPress.

– Persembahan untuk kawan muda, Rovi Ivor.

(Introduksi) Oktober 2020 adalah bulan di mana suatu tanda hadir. Melalui suatu notifikasi dari blog tertera, “Selamat Merayakan bersama WordPress.com! Anda mendaftar di WordPress.com 5 tahun yang lalu. Terima kasih telah menjelajah bersama kami. Pertahankan kesuksesan blogging Anda!”

Bertahan dalam ruang bernama blog selama 5 tahun bukanlah perkara hebat atau tidak. Hal yang terpenting adalah membebaskan suatu idea atau gagasan untuk ditampilkan kepada khalayak, baik dengan apresiasi maupun tidak. Prof. BJ. Habibie memanfaatkan aktivitas menulis untuk mengobati depresi atas kehilangan belahan jiwanya, dokter. Ainun Habibie. Itu satu faktor dari sekian banyak faktor.

(Isi/konten) Dari semua bentuk tulisan, yang saya sukai sebenarnya adalah catatan harian dan pengaruh terbesar diberikan oleh Hatta Muda dalam otobiografinya di jilid 1, Bukittinggi-Rotterdam Lewat Betawi. Di dalam catatan harian itu, kita memerlukan daya ingat yang tinggi tentang apa saja yang berkesan selama satu hari penuh. Misal, pertama, kita bertemu dengan orang baru; kedua, kita mendapatkan kesulitan dan mampu mengatasinya; ketiga, kita mengetahui satu ilmu yang selama bertahun-tahun kita cari dan tak disangka oleh orang terdekat kita menemukan jawaban atas ilmu itu.

Dari catatan harian, bersama ketekunan maka kita akan menemukan satu konsistensi bahkan yang mengejutkan kita akan menemukan gaya menulis kita sendiri setelah kita mengadopsi dari pelbagai gaya-gaya baik dari penulis Indonesia atau pun dunia. Bak suatu formasi dalam tim sepakbola, sebut saja, Gegenpressing dari Jurgen Klopp, maka kita tinggal meramu siapa saja pemainnya, dalam hal ini, idea atau gagasan dari persona di luar diri kita. Bila ingin menulis dengan sentimen yang sedih tirulah Dostoevsky, bila ingin menulis dengan sentimen yang jenaka tirulah Hilman (Lupus), bila ingin menulis dengan sentimen yang patah hati tirulah Dono (Novel) yang sangat beda dengan Dono (Film). Namun, satu hal paling penting dari semua hal yang penting: Teknik menulis.

(Konklusi) Dari Oktober 2015 menuju ke Oktober 2020, terdapat semacam garis naik dan turun yang bisa menggambarkan betapa mengagumkan suatu proses melalui blog ini tentang suatu senyuman ketika mampu mengikhlaskan orang yang kita cintai berbahagia dengan orang lain dan mendapatkan ganti yang setimpal; tentang suatu proses dari tangisan air mata saat kita merasakan kehilangan demi kehilangan dalam bentuk lain; tentang suatu proses dari ekspresi senang ketika kita mulai berani bermimpi kembali di saat-saat yang sulit.

Start The Machine, kata Angel & Airwaves. 🙂

Seri Musik : Tak ada ‘Teachers, leave them kids alone’ dari Pink Floyd di Sistem Edukasi Musik di Prancis. (Metode Tematik) 2.

Sebagai salah satu negara yang menjunjung tinggi seni dan budaya, Prancis menjadi negara yang memiliki banyak sekali sekolah-sekolah seni, salah satunya adalah sekolah seni musik. Sekolah musik itu sendiri tak hanya berpusat di Paris, ibukota, seperti Académie Musicale Villecroze akan tetapi juga terdapat di kota-kota lain seperti Sekolah musik untuk liturgi gereja di Aubegne atau Pusat studi musik dan pertunjukan di Versailles, Strasbourg, Lyon bahkan Lille. Sebagaimana film, musik menjadi satu alat untuk mengembangkan bahasa Prancis. Bahkan ada undang-undang yang berkaitan dengan musik pada Pasal L216-1 dari Kode Pendidikan yang tertulis bahwa:

“Lembaga pendidikan publik untuk musik, tari dan drama menyediakan pendidikan awal, didukung oleh sertifikasi yang menjamin inisiasi dan memperoleh pengetahuan dasar yang diperlukan. Bagi praktik artistik otonom, profesional atau amatir, mereka juga berpartisipasi dalam pendidikan kesenian anak-anak usia sekolah. Mereka dapat menawarkan persiapan pendidikan untuk masuk ke lembaga pendidikan tinggi kreasi artistik di bidang pertunjukan. Mereka bisa mengeluarkan ijazah nasional. Misi mereka juga melatih para amatir dan melakukan pengembangan praktik; Dengan demikian, lembaga-lembaga ini bersama para guru mendukung aksi yang dilakukan dalam pendidikan seni dan budaya.”

Maka tak perlu terkejut bila Prancis memiliki industri seni yang begitu superior dalam melindungi para aktor yang berkecimpung di dunia seni khususnya musik. Yang menarik adalah akulturasi anatara seni dan pendidikan. Seperti yang tertulis di wikipedia Prancis terkait pendidikan seni, terdapat jaringan-jaringan semacam:

1) Sekolah musik asosiatif yang disubsidi oleh Pemerintah Kota dan terdapat beberapa sekolah pelatihan musik dengan memberikan pelatihan dua tahun dengan dua kursus dari kursus instrumental mulai piano, gitar, bass, drum, hingga vokal dan menjadi sebuah jaringan penting bagi musisi amatir;

2) Sekolah musik swasta/privat seperti Yamaha atau beberapa toko instrumen yang menawarkan pelajaran musik;

3) Akademi musik yang bersifat permanen atau temporer/musiman dengan menawarkan pendidikan berkelanjutan untuk para profesional seperti kursus persiapan untuk masuk ke konservatori nasional atau sekolah musik internasional utama dan kursus untuk amatir atau anak-anak; atau

4) Kursus pribadi yang tak memiliki aturan kualitatif yang mengatur pendidikan dan siapapun dapat menawarkan pelajaran privat, dengan mematuhi peraturan ketenagakerjaan dan perpajakan. Kelas master adalah kursus yang diberikan oleh musisi tingkat tinggi untuk para profesional dalam kerangka spesialisasi yang mendalam.

Sementara itu terkait musik dan pendidikan, Prof. Emmanuel Bigand, maha guru psikologi kognitif dari Universitas Burgundy, Institut universitaire de France, mengatakan bahwa musik adalah kegiatan yang dapat ditemukan di semua peradaban manusia dan bagaimana musik membantu memfasilitasi pendidikan dan bagaimana hal itu sesuai dengan kebijakan pendidikan dalam studi ilmu saraf kognitif yang menunjukkan bahwa musik memiliki kekuatan transformasional atas pembentukan pikiran, yang mengubah keterampilan kognitif, perilaku, dan sosial sepanjang hidup manusia. Lalu, ia memberikan suatu kejutan tentang studi yang diajukan oleh para peneliti di bidang ilmu saraf dan ahli musik, etnolog, pelaku pendidikan, serta siswa dan orang tua mereka, berkenaan suatu refleksi tentang efek musik pada perkembangan otak bahkan hubungan antara musik dan masyarakat dan implikasinya bagi pendidikan.

Iklim seni musik di Prancis juga diwarnai sebaran-sebaran praktik serta intrik yang meluas seperti juga wilayah perdebatan sosiologis tentang perbedaan konsumsi tentang musik dan budaya. Stéphane Bonnéry, seorang musik edukator dari Universitas Paris 8-Vincennes-Saint-Denis, mengatakan bahwa musik “ilmiah” (seperti opera) yang dihargai oleh kelas penguasa dan kelas menengah yang terpelajar, dibandingkan dengan musik “populer”, melewati gaya “dalam proses melegitimasi”. Jazz, diapresiasi oleh kelas menengah yang sedang naik daun atau bahkan repertoar yang ditinggalkan oleh kelas atas ketika kelas menengah dan pekerja menguasai (Le Beau Danube bleu…) (3)

Dan tentu saja, tak ada Teachers, leave them kids alone / Hey, teachers, leave those kids alone à la Pink Floyd di sistem edukasi musik di Prancis. Siapa pun berhak menjadi seorang guru dan mendirikan sekolah musik yang membebaskan, tentu saja.

(Trans. Prancis-Indonesia) Apakah itu sekolah kesempatan kedua?

1. Sekolah kesempatan kedua, suatu persoalan Eropa

Proyek ini dipertahankan oleh Edith Cresson dalam pertemuan puncak para kepala negara di Madrid pada bulan Desember 1995 dan diadopsi oleh para menteri pendidikan dari negara-negara anggota, Sekolah Kesempatan Kedua (E2C) yang memiliki tujuan utama adalah integrasi profesional dan kesejahteraan sosial pada orang-orang yang berusia 18 sampai 25 tahun yang meninggalkan sistem sekolah dari siklus pertama pendidikan menengah tanpa memperoleh ijazah atau kualifikasi apa pun.

2. Menuju kursus yang dipersonalisasi

Mengikuti pedoman yang diusulkan oleh Le Livre Blanc ‘Mengajar dan belajar: menuju masyarakat kognitif’, program tentang pengajaran didirikan disekitar keperluan-keperluan dan kesulitan-kesulitan dari setiap murid berkat satu kursus pedagogi aktif yang mengijinkan kepastian tentang pembaruan pengetahuan dasar yang efektif—membaca, menulis, berhitung, pengetahuan komputerisasi. Pelatihan dibayar dan berlangsung antara 6 dan 24 bulan sesuai dengan kebutuhan setiap pelajar. Di akhir pelatihan, sertifikat diberikan kepada untuk mengakreditasi tingkat keterampilan yang berfungsi sebagai paspor untuk memasuki kehidupan kerja.

3. Komitmen para aktor ekonomi dan masyarakat regional

Pelatihan berlangsung secara berganti dengan magang di perusahaan dan bisa diakhiri sesegera mungkin yang mana pemagang mendapatkan suatu pekerjaan atau suatu pelatihan yang berkualifikasi. Partisipasi dari para aktor ekonomi dan masyarakat regional adalah penting untuk untuk memastikan integrasi profesional dan sosail yang mana para pemuda dengan kesulitan dan untuk menjawab pada persyaratan dan kebutuhan pasar tenaga kerja lokal.

4. Hasil-Hasil.

Hasil-hasil adalah perjanjian seperti 70 % pemuda yang telah mengikuti pelatihan ini bisa mendapatkan akses ke pekerjaan atau pelatihan kejuruan atau vokasi.

Seri Musik: Melucuti Branding Video-Iklan Heaven Shall Burn dan Ibanez (Metode Tematik). (1)

[Introduksi] Untuk bisa survive dalam suatu passion yang kita sukai maka kita memerlukan strategi. Awalnya saya melihat video Thoughts And Prayers (Guitar Playthrough) dari Heaven Shall Burn itu hanya sebagai video klip biasa seperti yang sudah-sudah.

Namun, dua logo di awal video-iklan membuktikan bahwa itu bukanlah suatu video biasa yang mana dua subjek saling membutuhkan, simbiosis mutualisme atawa kooperasi, kerjasama. Siapapun bisa menangkap secara gamblang bahwa “Oh, jelas ini iklan”; akan tetapi video-iklan ini nampak berbeda dengan hanya menyertakan dua gitaris HSB tanpa wujud fisik dari vokalis dan drummer mereka. Ibanez, sebuah perusahaan alat musik, perlu strategi untuk melariskan produknya, begitu pun dengan sebuah band yang memerlukan instrumen, alat atau meminjam istilah Radar Panca Dahana, “Arsenal.”

Dari dua lagu di album terbaru mereka “Of Truth and Sacrifice” yang telah dirilis pada tahun 2020 dan telah saya lihat, yaitu My Heart and The Ocean yang berkolaborasi dengan organisasi penjaga laut Sea Sheperd dan Protector-Weakness Leaving My Heart yang sangat filmis dan memiliki satu metafor tentang menjaga alam seperti menjaga orang terkasih kita seperti anak, suami/istri kita atau orang yang kita kasihi. Saya akan coba lucuti video-iklan dari beberapa segi seperti segi arsitektur dan pengambilan view. On commence, kita mulai:

[Isi] Dari segi arsitektur, space atau ruang dalam video-iklan tersebut itu diatur dengan warna yang dominan gelap serta nampak satu floodlight dari arah belakang gitaris dan arah depan gitaris. HSB tak sendiri dalam memroduksi video dengan konsep yang hanya menyertakan warna hitam dan putih. Kompatriot mereka dari Jerman namun berbeda label yaitu Neaera juga pernah membuat satu konsep video klip dengan permainan warna hitam dan putih dan juga terdapat pada video klip dari band Daughter. Karena musik metalcore mereka yang berteknik maka ada satu istilah yang dijelaskan dalam Glossary of Technical Theatre Terms – Stage Management yaitu playing area diatur seperti seorang pembicara (lokutor) pada gitar 1 oleh Maik dengan gitar berwarna hijau dan lawan bicara (interlokutor) pada gitar 2 oleh Alex dengan gitar berwarna putih.

Dari segi pengambilan view, karena video-iklan ini bersifat kolaboratif maka akan sangat kurang bila tak menyertakan produk dari perusahaan Ibanez yaitu dua gitar elektrik dan satu gitar akustik. Jika diizinkan memakai istilah dalam fotografi maka terdapat optical zoom—yang berbeda dengan digital zoom–untuk membuat suatu objek nampak lebih dekat sehingga memunculkan satu kesan, satu keunggulan pada string serta permainan cat serta material pada tubuh gitar.

[Konklusi] Pada 18 Februari 2012, HSB, band yang menyuarakan isu tentang lingkungan ini, mendaratkan kaki di Yogyakarta dan berbagi panggung dengan Seringai dan Hands Upon Salvation. Ada ekspresi pendewasaan dari Maik Weichert ketika ia memainkan gitar sebagai dunianya baik secara live maupun dalam hal sponsorship melalui Ibanez jika alasan ini tepat diutarakan untuk menyokong pendanaan mereka terhadap isu lingkungan yang mereka bawa dan eksistensi serta konsistensi band itu sendiri. Dari tahun 1996 hingga tahun 2020: Of Truth and Sacrifice, Kebenaran dan Pengorbanan.

Seri Buku Foto: Ramadhan 1441 H (2020), Melawan Kejenuhan dan Dekonstruksi Derrida (6).

Apa yang membuat berani bertahan dengan Prancis sejak 1998-2020 (22 tahun)? Apa yang membuat berani bertahan pada Arsitektur–meski salah jurusan ke Teknik Sipil–sejak 2001-2020 (19 tahun)?

Apa yang membuat berani bertahan dengan penggalian pada Islam–melalui musik Insula, musisi Jazz Prancis yang pernah bermain di Jazz Gunung Bromo, yaitu Maher Beauroy dan Redha Benabdallah yang dipertemukan dari rahim Universitas Sorbonne–sejak lahir, 1989-2020, (31 tahun), meskipun terkadang iman naik-turun sebab satu bentuk kehilangan ke bentuk kehilangan yang lain.

Untuk melawan satu raksasa besar bernama kejenuhan, kata kunci ditunjukkan oleh langit satu-satu melalui band Hardcore US, Downset: Love is power, truth, endless, your forgiveness, your sacrifice, your faith, your trust, your hope.

Serta satu cara pandang yang ditawarkan Derrida, Dekonstruksi. Bak renovasi rumah, cat dinding memudar diperbaharui kembali dengan warna-warna baru.

Untuk Ramadhan 1441 H yang segera berakhir, sampai jumpa di ramadhan berikutnya. 🙂

Lokasi: 1) Masjid Universitas Brawijaya Malang. 2) Masjid RS. Universitas Muhammadiyah Malang. 3) Mushola Pasar Bunga Kayoon Surabaya. 4) Masjid Universitas Gajah Mada Yogyakarta. 5) Masjid Universitas Negeri Yogyakarta. 6) Masjid Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. 7) Masjid Malioboro DPRD Yogyakarta.

Seri Parenting: Keluarga Kurang Mampu, Buku Anak Hingga Beasiswa. (5)

Berikan yang terbaik maka anda akan mendapatkan yang terbaik – Ahmad Ubaidillah, Alumni Goethe Institut Jakarta.

Setiap orang tua dari kalangan ekonomi bawah, ekonomi menengah maupun ekonomi atas pasti bangga memiliki seorang anak yang dikatakan berhasil, khususnya pendidikan. Namun, kerap kali, bagi keluarga kalangan ekonomi bawah terdapat titik kendala ada pada ekonomi mereka.

Saya mungkin termasuk orang yang bisa dikatakan beruntung karena dibesarkan dari keluarga ekonomi menengah dan dari keluarga berkecukupan yang membawa saya mampu menikmati pendidikan negeri asing, khususnya Prancis.

Bagi keluarga dengan ekonomi bawah—dan bisa kita tambahkan untuk orang tua baru yang memikirkan pendidikan anaknya untuk 10 tahun mendatang, misalkan—percayalah pada peribahasa “Ada banyak jalan menuju Roma” yang berarti ada banyak kesempatan untuk menuju impian apabila ada niat yang sungguh.

Saya akan coba berbagi sedikit pengetahuan agar keluarga dengan ekonomi bawah maupun dan orang tua baru yang memikirkan pendidikan anaknya untuk 10 tahun mendatang bisa memiliki seorang anak yang memberikan sumbangsihnya pada Indonesia (yang terlalu banyak praktik-praktik kotor dalam birokrasinya).

Membangun keluarga kecil yang gemar membaca tak semudah membalikkan tangan. Itu perlu inisiatif yang berkesinambungan dari orang tua dan anak. Tugas orang tua adalah bagaimana merangsang minat daya baca pada si anak dan tentu saja jangan disertai dengan paksaan. Lalu, orang tua bisa membeli buku anak bekas di toko buku yang menjual buku bekas (online). Tergantung bagaimana kita menawar, malah kalau beruntung bisa mendapatkan buku dengan konten menarik namun dengan harga miring. Kumpulkan satu buku dalam satu minggu untuk membangun suatu perpustakaan kecil. Tak perlu ngoyo, sebab kita tahu keuangan dipakai juga untuk kebutuhan lain.

Apabila orang tua benar-benar tak memiliki uang, masih ada jalan lain yaitu dengan mengajak buah hati main ke perpustakaan kota. Sejujurnya, karena membaca kadang juga bisa menumbuhkan kejenuhan, bermainlah dengan dunia ide di setiap lembarnya maksimal 2 jam saja. Dari intensitas satu minggu sekali namun secara konsisten hingga menjadi si anak yang berjalan sendiri dengan niatannya untuk pergi ke perpustakaan.

Perlu kita ketahui juga bahwa memiliki seorang anak yang katakanlah cerdas dan rajin—dan saya mencoba untuk tak menggunakan diksi “Pintar” atau “Pandai” sebab setiap anak diciptakan dengan kepintaran dan kepandaian masing-masing—bisa membantu keuangan keluarga dalam bentuk dana beasiswa. Sehingga nantinya dana pendidikan yang telah terkover oleh beasiswa dan yang telah dikalkulasi oleh orang tua bisa dialihkan untuk kebutuhan-kebutuhan lain.

Untuk mendapatkan beasiswa sendiri juga tak bisa “bim-salabim,” ada proses panjang di sana. Seorang edukator yang tak memiliki ijazah karena sebal dengan sistem curang ujian pendidikan di Indonesia namun menjadi seorang Guru Besar di salah satu universitas di Jepang yaitu Ajip Rosidi berkata dalam esainya “Kegemaran Menulis” di “Badak Sunda dan Harimau Sunda, Kegagalan Pelajaran Bahasa” (Pustaka Jaya, 2011):

“Kegiatan menulis tak dapat dipisahkan dari kegemaran membaca. Orang yang giat menulis niscaya giat membaca. Bacaan adalah salah satu sumber rangsangan untuk menulis. Paling tidak dapat dijadikan bandingan dengan data dan pendapat yang sudah dimilikinya. Artinya orang yang menulis membutuhkan bacaan yang lebih banyak. Kalau tidak ada perpustakaan yang dapat memenuhi kebutuhan itu, maka dia harus banyak membeli buku. Dalam hal ini tidak aneh kalau dia menghabiskan honorarium yang didapatnya dari tulisan yang dimuat dalam media massa untuk membeli buku.”

Bila nanti si anak telah memasuki tahapan SMA, akan ada pelajaran bahasa Indonesia dan asing. Sepengetahuan saya yang merasakan pendidikan bahasa Prancis dan Jerman, dua negara ini selalu memberikan bantuan dana akan tetapi letak masalah ada di bahasa itu sendiri sebab memakai bahasa Prancis dan bahasa Jerman. Jadi, setelah seorang anak lulus SMA di Indonesia bisa melanjutkan studi S1 di Prancis atau Jerman. Saya coba membuat list beasiswa dari Prancis dan Jerman:

Dari Pemerintah dan Non-Pemerintah Prancis: BGF (Bourse du Gouvernement Français), Beasiswa Eiffel, Beasiswa Universitas Prancis, Beasiswa GDF SUEZ, Beasiswa Regional Prancis, Beasiswa TOTAL E&P, Beasiswa Hermès Post-Doktorat, Unesco, Make Our Planet Great Again, L’Oreal (Untuk jenjang SMA ke S1 dan S1 ke S2 dan S3).

Dari Pemerintah dan Non-Pemerintah Jerman: Beasiswa Studienkolleg (Untuk jenjang SMA ke S1). Erasmus +, DAAD Scholarships, Deutschland Stipendium, Heinrich Böll Scholarships, Kurt Hansen Science Scholarships, KAAD Scholarship, Frankfurt School of Finance and Management Doctoral Tuition Waivers, RWTH Aachen University Scholarships (Tempat masa muda Prof. Habibie dan Romo Mangunwijaya) (Untuk jenjang S1 ke S2 dan S3).

Semoga sedikit sumbangsih informasi ini mampu membantu para orang tua kalangan ekonomi bawah dan orang tua baru untuk 10 tahun mendatang untuk tetap memiliki harapan agar melihat anak-anak mereka bisa berprestasi dan mengubah wajah Indonesia meskipun kita tahu bahwa ada batu pesimis besar di pundak para Hatta Muda, Soekarno Muda, Sjahrir Muda, Tan Malaka Muda atau bahkan Kartini Muda.